Batubara hari ini

210

Berdasarkan berita yang di publish dari situs  esdm.go.id Pertambangan Mineral dan batubara sebagai salah satu subsektor yang cukup diperhitungkan saat ini karena telah memberikan 20,1 triliun kepada kas negara tahun 2018 yang berasal dari royalti dan penjualan dan iuran tetap pertambangan

Dan rekonsiliasipun telah dilakukan tahun 2018 yang lalu oleh pemerintah melalui Minerba yang dihadiri 19 provinsi, dengan tujuan menakar neraca jumlah kandungan batubara nasional yang dimiliki saat ini,dengan hasil cadangan batubara didalam perut bumi di Indonesia saat ini tinggal 37 juta metrik Ton yang hanya dapat bertahan 76 tahun kedepan, dengan asumsi ekploitasi tidak lebih dari 500 juta metrik ton pertahun.

Diversivikasi harus dilakukan perusahaan tambang batubara jika mereka tidak ingin merugi,mengingat fluktuatif harga batubara di tahun 2014 – 2017 yang mengakibatkan banyak perusahaan tambang tutup,dan  akan menjadi pelajaran yang berarti jika mereka tidak ingin gulung tikar.

bisnis dibidang batubara mungkin akan seperti tebak tebak buah manggis jika para pelaku tambang gegabah di bidang ini banyak faktor yang harus diperhitungkan secara cermat dan matang, mulai dari kualitas batubara yang mungkin belum tentu mempunyai pasar sehingga menguntungkan untuk diekploitasi ditambah lagi dengan lokasi serta kedalaman energi thermal ini

Sehingga tidaklah menjadi penting lagi nilai 37 metrik tonnya akan tetapi berapa lama mereka bisa survive dibidang ini, lalu jika sudah seperti ini apakah bisnis di batubara ini masih menjanjikan..?dan hal ini menjadi ambivalen bagi perintah dikarenakan energi kelistrikan di negara ini juga masih bergantung pada daya ekpoitasi dan cadangan batubara tersebut..

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini